Semua Tentang Smart Contract Dalam Block Chain Ethereum

Sebelum membahas smart contract lebih jauh, kita harus mengenal terlebih dahulu tentang block chain ethereum, karena smart contract hanya dapat berjalan dalam lingkungan ethereum.

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah smart contract atau kontrak pintar semakin sering kita dengar. Teknologi ini memungkinkan setiap orang menerbitkan token yang bisa digunakan untuk penggalangan dana, penawaran saham, dan bernilai tukar. Apa itu Smart Contract, dan sejak kapan digunakan ke publik? Smart contract tidak hanya memicu pelepasan dana ke publik, tetapi juga dapat memicu tindakan kompleks lainnya.

Apa itu Block Chain

Secara sederhana block di dalam blockchain adalah sebuah buku, berisi catatan transaksi semacam buku akuntansi, bedanya apabila buku akuntansi menggunakan sistem debit credit, di dalam blockchain ini lebih sederhana lagi, sekedar mencatat dana sumber – input – (dari siapa jumlahnya berapa) dan tujuan transfer -output- (kepada siapa jumlahnya berapa).

Buku ini kemudian di segel menggunakan fungsi kriptografi lalu disusun bersamaan dengan buku-buku sebelumnya membentuk blockchain dan disebarkan atau di copy ke tempat – tempat lainnya yang tersebar dimana – mana sebagai bukti sekaligus backup yang dapat dibaca oleh siapa saja. Dalam proses penulisan buku (block) ini, node (tempat yang menyimpan buku2 ini) sebelum menuliskannya akan memeriksa apakah data yang dituliskan sebagai sumber transaksi (input) tadi benar – benar ada, jumlahnya benar, belum pernah digunakan di transaksi lain, dan yang menginput apakah orang yang berhak atau tidak, mekanisme ini dinamakan sebagai double spending prevention (update : mekanisme ini berlaku pada sistem bitcoin blockchain)

Hal paling mendasar dari blockchain adalah sistem yang terdesentralisasi, mengeliminasi keberadaan pihak ketiga sebagai sosok sentral, sehingga mampu mengedepankan transparansi. Salah satu teknologi yang memanfaatkan blockchain adalah smart contract.

Cara kerja Block Chain

sumber : Tech In Asia

Apa itu Ethereum?

Ethereum sebenarnya sangat mirip dengan Bitcoin. Ethereum adalah jaringan peer-to-peer publik atau blockchain dengan mata uang digitalnya sendiri yang disebut Ether. Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014 dan tujuan Ethereum adalah untuk menjadi platform dimana smart contracts dapat diciptakan dan dijalankan.

Sederhananya, tujuan Ethereum adalah untuk menjadi komputer dunia.

Bitcoin lebih ditujukan untuk menyimpan daftar saldo dan transaksi di blockchainnya, sementara blockchain Ethereum dirancang untuk menyimpan berbagai jenis data. Data ini bisa diakses dan digunakan oleh program-program komputer yang berjalan di blockchain Ethereum. Program-program ini disebut aplikasi terdesentralisasi, atau dapps.

Bitcoin adalah cryptocurrency generasi pertama dan mungkin yang paling populer saat ini, setelah bitcoin muncul cryptocurrency lainnya seperti lite coin, ripple, ethereum dan masih banyak lagi. Ethereum adalah salah satu dari cryptocurrency yang mendukung konsep smart contract, berbeda dengan bitcoin meskipun sama – sama memiliki bentuk smart contract (script) , ethereum menyediakan keleluasaan untuk membuat smart contract dengan kompleksitas setara program – program yang ditulis dengan bahasa pemrograman pada umumnya (complete turing machine)

Pengembang di seluruh dunia dapat membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum. Tujuannya adalah untuk memperbaiki industri keuangan, penyimpanan informasi pribadi, tata kelola dengan berbagai kegunaan lainnya dengan menggunakan sifat transparan blockchain.

Dari mana asal Ethereum?

Ethereum pertama kali disebut pada tahun 2013 dalam sebuah whitepaper oleh Vitalik Buterin, pengembang yang sedang mengerjakan Bitcoin saat itu.

Buterin percaya bahwa Bitcoin harus dibuat lebih mudah “disesuaikan”. Dia percaya bahwa Bitcoin harus digunakan lebih jauh daripada sekedar sebagai penyimpan kekayaan dan fitur smart contract dapat digunakan untuk menentukan secara otomatis kapan pembayaran dilakukan, misalnya. Proyek ini tidak diperuntukkan bagi Bitcoin, oleh karena itu Buterin menciptakan Ethereum pada tahun 2014 untuk tujuan ini.

Ethereum adalah pelopor apa yang dikenal sebagai penawaran koin awal (initial coin offering atau ICO), terjual kepada investor awal sekitar 60 juta token Ether ketika proyek ini masih dalam pengembangan. Ini adalah sebuah perjalanan besar untuk mengembangkan dan terus mempromosikan ekosistem Ethereum sambil membayar biaya untuk ranah legalitas dan pengembangan.

Sejak saat itu, Ethereum telah berkembang pesat. Beberapa proyek lain telah diluncurkan, dan pengembangan platform Ethereum dimulai, dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda.

Bitcoin vs Ethereum

Ethereum dan Bitcoin berbagi banyak kesamaan. Pada artikel ini, kami akan mencoba untuk menyoroti perbedaan yang paling mendasar di antara keduanya.

Perbedaan terbesar adalah tujuan utama dari proyek ini.

Bitcoin bertujuan untuk menjadi medium penyimpan kekayaan, emas digital,dan akhirnya menjadi mata uang yang diadopsi secara global yang dapat memperbaiki atau mengganti uang konvensional hingga batas tertentu. Tujuan Ethereum adalah menjadi platform yang bisa digunakan oleh smart contracts dan aplikasi terdesentralisasi.

Perbedaan penting lainnya adalah jumlahnya. Jumlah Bitcoin dibatasi yaitu sebanyak 21 juta, namun jumlah Ethereum tidak dibatasi dalam jumlah tertentu. Bitcoin dan Ethereum diproduksi dalam sebuah proses yang disebut mining. Ada rencana untuk mengalihkan produksi Ethereum menjadi model proof of stake, yang seharusnya lebih ramah lingkungan daripada pertambangan/mining. Informasi lebih lanjut tentang hal ini dapat ditemukan di link di bawah ini.

Ada beberapa perbedaan teknis dalam teknologi yang mendukung platform Bitcoin dan Ethereum, namun pada tahap awal proyek ini, keduanya kurang lebih sama. Karena proyek-proyek ini akan semakin berkembang, nantinya perbedaannya mungkin menjadi jauh lebih nyata dan dapat mempengaruhi arah tujuan mereka masing-masing.

Apa itu smart contracts?

Sistem kontrak cerdas dapat diatur untuk membangun aplikasi yang terdesentralisasi yang sudah ada di jaringan Ethereum. Smart contract yang paling banyak digunakan saat ini berbasis Ethereum untuk menerbitkan token. Token yang ada saat ini terus bertambah, tidak hanya untuk kepentingan proyek teknologi informasi, bahkan digunakan untuk pengembangan berbagai bisnis. Pedagang dan investor kripto saat ini tidak hanya fokus pada mata uang digital, tetapi juga ikut berinvestasi dari token yang dimiliki.Teknologi blockchain akan tampak asing bagi beberapa orang awam yang masih terbiasa dengan sistem tradisional. Pengguna baru merasa kesulitan dalam memahami apa yang dimaksu maksud blockchain dan konsep yang diusung. Token tidak terlepas dari smart contract berbasis blockchain, sehingga penggunaanya menjadi pusat perhatian bagi beberapa orang. Masyarakat dengan mudah berinvestasi dengan cara memiliki saham dari kepemilikan token.

Seperti yang disebutkan di artikel sebelumnya, tujuan Ethereum adalah menjadi platform dimana smart contract dapat berjalan. Mari kami jelaskan dengan contoh sederhana apa yang mungkin bisa Anda lakukan dengan Ethereum di masa depan.

Tujuan Ethereum adalah untuk membuat kehidupan sehari-hari Anda lebih efisien dan hemat biaya dengan otomatisasi proses yang Anda jalani tiap hari dan menghapus perantara dari sistem yang kita gunakan; termasuk sistem hukum, sistem keuangan, sistem komputer atau lebih.

Sebagai contoh, anggaplah Lisa memiliki beberapa dokumen yang tersimpan di Blockchain Ethereum: dokumen identitasnya, surat wasiatnya, dan akta rumahnya. Asumsinya, pada hari Lisa meninggal, sertifikat kematiannya juga diunggah ke blockchain.

Proses yang harus dilakukan untuk memindahkan harta Lisa membutuhkan banyak pekerjaan admin karena ada beberapa pihak yang terlibat; seperti mereka dari ranah hukum, pajak, dan properti.

Namun, karena semua dokumen ini tersimpan di blockchain Ethereum, sesuatu yang menarik dan berbeda terjadi. Setelah sertifikat kematian John diterbitkan secara resmi dan diunggah ke blockchain, surat wasiat terakhir John dan surat wasiat dapat diproses.

Dengan asumsi Lisa mewariskan rumahnya ke keluarga terdekatnya, kepemilikan rumah dapat dipindahkan ke keluarga terdekatnya secara otomatis oleh jaringan Ethereum. Oleh karena itu, keluarga terdekat Lisa akan mewarisi rumah Lisa persis seperti yang Lisa inginkan, tanpa harus menghubungi profesional hukum.

Hal ini mungkin terdengar luar biasa dan menyeramkan namun Lisa telah menghemat banyak waktu dan sumber daya karena tidak harus menunggu keluarga terdekat Lisa, profesional hukum dan petugas pendaftaran properti untuk saling berhubungan satu sama lain untuk mempersiapkan dan melaksanakan transaksi ini.

Banyak proyek menarik sedang dibangun saat ini, namun banyak hal yang perlu diperhatikan untuk adopsi skala besar Ethereum, jadi kita semua dapat melihat bagaimana Ethereum akan berkembang ke depannya.

Sejak kapan smart contract digunakan ke publik? Smart contract pertama kali diciptakan oleh Nick Szabo, seorang ilmuwan komputer tahun 1994. Itu sebabnya salah satu unit akun yang terdapat di Ethereum disebut Szabo. Nilai Szabo setara dengan 0,000001 ETH. Dengan cara yang sederhana, smart contract mengeksekusi sendiri sehingga token diterbitkan dalam waktu yang singkat. Smart contract terdiri dari transaksi yang dipicu oleh suatu peristiwa, seperti transaksi atau jika ketinggian blok tertentu sudah tercapai.

Saat ini terdapat dua jenis kontrak cerdas, yaitu Deterministik dan Non-Deterministik. Keduanya ditentukan oleh ketersediaan kondisi yang diperlukan untuk memicu tindakan dalam smart contract. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Smart contract Deterministik mendapatkan semua informasi dari blockchain yang dioperasikannya. Informasi ini bisa saja berupa transaksi tertentu, blok-tinggi, pelaksanaan kontrak lain, atau selama informasi bisa ditemukan di blockchain. Contoh yang paling umum dalam penggunaanya adalah token kripto, lotere, kepemilikan saham
  2. Kontrak cerdas Non-Deterministic sangat membutuhkan informasi yang bersifat eksternal ke blockchain. Artinya ada campur tangan manusia dan faktor keberuntungan yang tidak mungkin dikerjakan komputer. Informasi bisa saja berasal dari hasil pertandingan olah raga, laporan cuaca, dan hasil pemilihan.

Kontrak Non-Deterministic memang mengharuskan pengguna untuk mempercayai prediksi, sebuah missing link antara blockchain dan dunia nyata. Kontrak cerdas akan diberikan informasi tentang peristiwa dunia luar yang dimasukkan kedalam sistem desentralisasi. Sistem ini biasanya diterapkan di pasar prediksi ataupun pasar taruhan.Mengapa harus menggunakan smart contract? Tujuan dari kontrak ini yaitu untuk menghilangkan campur tangan pihak ketiga. Penerbitan kontrak cerdas sebagai rilis dana bersyarat yang hanya dimiliki oleh pihak pemegang dana. Token ini kemudian akan dirilis setelah seluruh kondisi terpenuhi.

Dengan adanya kontrak cerdas, ketika kondisi terpenuhi maka transaksi diprogram secara otomatis. Sistem ini akan menghilangkan kebutuhan, kepercayaan, dan biaya yang terkait dengan mempekerjakan pihak ketiga.

smart contract tak melulu tentang kode pemrograman. Karena pada intinya, smart contract adalah tentang kita, manusia, dan rasa percaya terhadap orang lain. Apa kaitannya kode di blockchain dengan rasa percaya? Untuk menjawab itu, mari kita mendalami soal mengapa Szabo menggagas konsep Smart Contract ini? Mengapa ia berpikir bahwa kita membutuhkan Smart Contract?

Secara garis besar, dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • Smart contract adalah pengaplikasian kode di blockchain yang bertujuan untuk mengikat perjanjian atau kesepakatan antara beberapa pihak.
  • Sistem smart contract diklaim bisa meningkatkan kepercayaan berkat penggunaan kode permanen yang tidak dapat diubah.
  • Meski terkesan menjanjikan, sifatnya yang permanen membuat smart contract cenderung kaku ketimbang kontrak nyata, dan keterbatasan bahasa pemrograman bagi engineer adalah beberapa kelemahannya.

Banyak aktivitas di keseharian kita mengedepankan rasa kepercayaan, terutama aktivitas yang melibatkan transaksi menggunakan uang. Misalnya, untuk memesan sebuah barang secara online, kita harus percaya bahwa penjual tidak akan menghilang setelah kita mengirimkan uang.

Sebagai penjual, kita juga harus percaya jika orang yang memesan barang secara pre-order dari kita betul-betul akan membeli saat barangnya jadi. Satu kejadian hit and run bisa menghilangkan kepercayaan penjual pada pembeli, juga sebaliknya.

Smart contract menjadi sistem alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah kepercayaan ini.

Kita merancang berbagai sistem agar kita yakin bahwa orang yang akan bertansaksi dengan kita adalah orang yang dapat dipercaya.

  • Berbagai marketplace menampilkan persentase transaksi yang berhasil yang mudah terlihat oleh calon pembeli.
  • Pembeli membayarkan uang muka saat memesan barang atau jasa.
  • Dalam contoh kasus jual beli properti, pengembang membuat dokumen-dokumen dengan berbagai ketentuan yang harus ditanda tangani di atas materai untuk menghindari kecurangan dan kerugian.

Bagaimana cara saya mendapatkan Ethereum?

Ada beberapa cara untuk mendapatkan Ether:

Sama seperti uang normal, Anda bisa mendapatkannya dengan menyediakan barang atau jasa, dan meminta orang untuk membayar Anda dengan Ether. Pembayaran dengan Ether adalah alternatif yang murah dan mudah, dan juga salah satu cara termudah agar Anda memiliki beberapa Ether.

Cara lain adalah cara yang digunakan kebanyakan orang pada umumnya: beli Ether dari broker Ether yang kredibel, atau dari dan penyedia layanan exchange. Cara ini mirip seperti cara Anda membeli mata uang asing di bank Anda atau saham secara online. Ini merupakan cara yang dipilih banyak orang karena ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan Ether di platform tersebut.

Anda juga bisa mendapatkan Ether dengan menambangnya, tapi cara ini sangat sulit dilakukan. Sebagian besar penambangan dilakukan oleh perusahaan besar dengan peralatan yang sangat mahal dan sangat khusus, jadi sangat sulit satu orang atau komputer biasa untuk memenangkan kompetisi tersebut. Jadi, kecuali Anda memiliki banyak keahlian dan uang dalam jumlah besar, lebih baik Anda membeli atau mendapatkan Ether Anda melalui dua cara yang disebutkan sebelumnya.

Bagaimana cara harga Ethereum ditentukan?

Banyak orang penasaran bagaimana harga Ether ditentukan. Pertama-tama, ketahuilah bahwa cara kerja pergerakan harga Ether sama seperti mata uang atau objek lainnya. Mari kita ambil contoh bagaimana harga suatu objek ditentukan – kita bisa menggunakan jeruk sebagai perumpamaan. Berapa harga jeruk?

Jawabannya: tergantung. Poin pertama penentuan harga jeruk adalah dengan dua hal berikut: berapa harga yang diinginkan oleh orang yang menjualnya, dan berapa harga yang diinginkan oleh orang yang membelinya. Jika John ingin menjual jeruk dengan harga Rp 3.000,- dan Sarah hanya mau membayar Rp 2.000,- maka deal tidak terjadi. Namun jika mereka sepakat dengan harga tertentu, misalnya Rp 2.500,- maka transaksi terjadi. Pada musim panas, maka lebih banyak orang ingin membeli jeruk, sehingga harga jeruk naik. Atau jika ada banjir sehingga persediaan jeruk berkurang, namun banyak orang ingin membeli jeruk, maka harga juga akan naik.

Ether dan mata uang lain sedikit berbeda dari jeruk karena mereka bersifat ‘homogen’ – satu dollar identik dengan dollar lainnya, seperti Ether identik dengan Ether lainnya. Jeruk, di sisi lain, dapat berbeda tergantung besar dan kualitasnya. Dengan kata lain, lebih gampang menentukan harga Ether atau mata uang karena sifat identik tersebut: yaitu harga yang disepakati penjual dan pembeli.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mata uang lainnya juga bekerja sama persis seperti Ether – jika Anda sedang memegang koin atau uang kertas dalam mata uang lokal Anda di tangan Anda saat ini, pada saat yang bersamaan ada jutaan orang yang melakukan jual beli mata uang lokal Anda, jadi walaupun Anda merasa harga mata uang Anda stabil, sebenarnya harga tersebut berubah secara terus menerus. Jika Anda ingin menukarkan uang Anda ke mata uang lokal lain, misalkan untuk USD, hari ini mungkin Anda akan membayar dengan 10 lembar mata uang lokal Anda, namun pada hari berikutnya bisa saja menjadi 11 atau 9. Ether bekerja sama persis seperti itu – Anda dapat membayangkannya seperti mata uang jenis lain dari apa yang Anda miliki sekarang.

Apakah Ethereum digunakan oleh kriminal?

Banyak kesalahpahaman publik mengenai banyaknya penggunaan Ether oleh para kriminal, namun pemikiran tersebut adalah pemikiran yang salah. Pemikiran ini disebabkan oleh banyaknya orang yang mengira bahwa Ether bersifat anonymous, padahal sebenarnya Ether sangat berlawanan dengan hal itu – semua transaksi Ether transparan dan semua orang di dunia dapat melihat transaksi Ether yang sedang berlangsung. Orang-orang mungkin tidak dapat menghubungkan identitas individu tertentu ke transaksi Ether secara langsung (inilah mengapa kadang Ether juga disebut pseudo anonymous), namun jika mereka menemukannya, maka mereka dapat melihat semua transaksi yang telah Anda lakukan di jaringan Ether. Inilah mengapa Ether adalah cara yang salah jika Anda menggunakannya untuk hal yang tidak benar.

Walaupun Ether mungkin adalah cara paling aman dan bukan yang paling ‘buruk’ dalam menggunakan uang, bukan berarti tidak ada kriminal yang menggunakannya. Sama seperti uang normal, ada ‘orang jahat’ yang menggunakan Ether. Namun ada dua hal penting yang harus dicatat – pertama, karena data semakin banyak tersedia di industri ini, maka semakin jelas jumlah dari kasus jahat, yaitu sangat, sangat kecil. Jika ekosistem Ether diumpamakan sebagai satu gunung yang besar, maka ukuran bagian-bagian jahat tersebut hanyalah beberapa bongkah bebatuan.

Kedua, di setiap sistem keuangan, ini adalah satu risiko yang tidak akan dapat dihilangkan dan hanya dapat dikurangi, dan Ether memiliki sistem terbaik di dunia untuk hal tersebut.

Ether bergerak paralel dengan internet dalam konteks banyak ‘hal buruk’ yang disematkan orang-orang terhadap Ether. Apakah internet sepenuhnya baik? Tentu tidak.

Teroris, oknum pencuci uang, oknum penyelundup obat terlarang menggunakan Facebook, Twitter, dan Whatsapp untuk berkomunikasi dan berkoordinasi setiap harinya. Beberapa orang mungkin merasa cemas bahwa setidaknya 5-30% traffic online berkaitan dengan pornografi. Kita bahkan belum membahas mengenai dark web, dimana semua hal buruk berada.

Namun terlepas dari semua isu tersebut, apakah masyarakat melakukan usaha konkrit untuk melarang internet? Tidak. Bukan karena mencabut dan melarang internet susah, namun karena internet menawarkan lebih banyak hal positif daripada hal negatif. Dengan alasan yang sama, kita harus lebih berhati-hati terhadap pola pikir kita terhadap Ether, karena banyak bukti telah menunjukkan bahwa Ether membawa banyak dampak positif. Internet dan Ether hanyalah perangkat yang dapat digunakan oleh ‘orang jahat’ dan ‘orang baik’. Untungnya, dunia ini dipenuhi lebih banyak orang yang berada di kategori ‘orang baik’.

Apa itu penambangan Ethereum?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kita dapat melihat Ethereum sebagai suatu sistem kas global yang besar yang menyimpan sejarah transaksi (atau ‘pergerakan uang’) dari satu orang ke orang lainnya. Ketika transaksi Ethereum diproses di jaringan Ethereum — artinya Ethereum sedang dipindah dari satu orang ke orang lainnya — seseorang perlu memastikan bahwa semua transaksi telah direkam dengan benar dan sistem kas telah tersinkronisasi di seluruh dunia.

Dalam hal Ethereum, proses ini bukan dilakukan oleh perseorangan atau perusahaan, namun oleh ribuan komputer di seluruh dunia yang terhubung dengan internet. Komputer ini dikenal sebagai miners atau ‘penambang’. Secara sederhana, mereka adalah ‘komputer yang memproses transaksi’. Untuk melakukan pemrosesan ini dengan cara yang aman, komputer-komputer perlu melakukan kalkulasi kompleks yang memakan usaha computing yang sangat besar, sehingga dibutuhkan juga energi yang besar serta alat-alat khusus yang canggih. Seseorang — pemilik dari komputer-komputer ini — perlu membayar untuk alat-alat dan listrik tersebut, jadi mereka harus mendapatkan kompensasi dari seluruh usaha dan uang yang mereka habiskan untuk mendukung jaringan ini. Mereka mendapatkan kompensasi melalui Ethereum yang baru ditambang. Ethereum baru yang ditambang bertindak sebagai penghargaan dan insentif untuk mereka yang berkontribusi untuk sistem yang mendukung proses transaksi.

Cara lain untuk mengerti hal ini adalah dengan membayangkan apa yang terjadi jika bank besar membangun sistem pemrosesan transaksi global terbesar di dunia: mereka akan menghabiskan milyaran dollar lalu mengenakan biaya transaksi kecil pada para pengguna untuk menutup biaya pembangunan sistem.

Dengan Ethereum mining, biaya untuk sistem global ini dibagi ke ribuan komputer, dan mereka menutup biaya mereka dengan Ethereum yang baru ditambang. Singkat cerita, ini adalah demokratisasi infrastruktur finansial.

Apa itu kunci privat Ethereum?

Memindahkan Ether memang sangat mudah, namun di belakang layar, pergerakan dan penyimpanan Ether sebenarnya dilakukan dengan sesuatu yang disebut ‘private key’. Cara termudah untuk mengerti sepenuhnya mengenai kunci ini, adalah dengan membayangkan sistem kotak pos tradisional:

Bayangkan jika Maria ingin mengirim surat ke Peter. Pertama-tama, ia perlu mengetahui alamat atau nomor pos Peter. Begitu juga sebaliknya, jika Maria ingin mengirimkan Ether ke Peter, ia harus mengetahui alamat Ether Peter, yaitu nomor yang secara khusus menandakan bahwa kotak pos tersebut milik Peter. Nomor ini disebut dengan alamat dompet (wallet address), atau kunci publik (public key). Nomor ini sangat panjang dan rumit karena banyaknya kotak pos Bitcoin di dunia, namun untungnya Anda tidak perlu menghafalnya, Anda dapat melihatnya di internet.

Jadi kini Maria mengirimkan Ether ke kotak pos Peter. Mari misalkan nomor kotak pos Peter adalah 2034. Maria dapat melihat ke dalam kotak pos ini dan melihat Ether di dalamnya, bahkan semua orang yang lewat dapat melihat kotak pos 2034 yang berisi satu Ether. Ini adalah bagian menarik mengenai Ether – dimana semua orang dapat melihat semua transaksi tanpa mengetahui identitas pemiliknya. Orang dapat melihat ada satu Bitcoin di 2034, namun tidak ada seorangpun, kecuali Maria dan Peter, yang mengetahui bahwa kotak pos tersebut adalah milik Peter.

Kini mari lihat bagaimana Peter mengambil Ether tersebut – ia dapat melihatnya disana, jadi ia tidak perlu melakukan apapun. Namun jika ia ingin memindahkannya, ia perlu membuka kotak tersebut untuk mengirimkannya ke orang lain. Untuk membuka kotak pos ini ia memerlukan suatu kunci – dan ini adalah kunci unik milik dia pribadi, yang juga disebut dengan kunci privat. Hanya Peter yang dapat menggunakan kunci privat ini untuk membuka kotak pos miliknya. Ketika ia membukanya, ia dapat memindahkan Bitcoin tersebut dan meletakkannya ke kotak pos orang lain. Misalkan ia membeli game online di Microsoft, ia dapat memasukkan Ether ke kotak pos milik Microsoft dan jika Microsoft melihat Ether milik Peter telah mereka terima, mereka akan mengirimkan game online tersebut ke Peter.

Jika Maria mengirimkan Ether ke kotak pos yang salah, ia tidak bisa mengambilnya kembali. Ini sama seperti uang tunai – jika Anda telah membayarkan ke seseorang, Anda tidak dapat mengambilnya kembali dengan mudah. Tidak ada yang bisa memindahkan Ether tersebut, kecuali Peter, yang memiliki kunci ke kotak pos itu. Jika Peter kehilangan kuncinya? Tidak akan ada orang yang bisa mengakses kotak pos itu, selamanya! Peter harus memastikan bahwa tidak ada orang yang mencuri kuncinya, karena jika iya, orang tersebut bisa membuka kotak milik Peter dan mencuri Ether miliknya. Jadi penting untuk menjaga kunci itu seaman mungkin, atau mempercayakan kunci tersebut ke orang yang memang terpercaya.

Bagaimana cara saya menyimpan Ethereum dengan aman?

Menyimpan Ethereum Anda dengan aman adalah hal yang sangat penting. Tidak seperti uang jenis lain yang dikontrol oleh bank, Ethereum memberikan Anda banyak opsi untuk menyimpan dan mengontrol uang Anda.

Ingat mengenai kunci privat yang Anda perlukan untuk memindahkan Ethereum Anda? Kunci tersebut adalah kunci penyimpanan Ethereum. Orang yang memiliki kunci itu adalah Ethereum yang mengontrol Ethereum itu. Kunci ini dapat berupa kunci dalam format digital atau fisik seperti tertulis di secarik kertas.

Bagaimana cara menyimpan kunci ini? Anda dapat menyimpannya di kantong celana Anda, namun hal tersebut tentunya tidak aman. Anda dapat memasukkannya ke brankas rumah Anda – yang jauh lebih aman. Namun seseorang bisa saja masuk ke rumah Anda dan mencurinya. Jika Anda ingin menggunakan Ethereum Anda setiap hari, Anda memerlukan versi digital di ponsel Anda agar Anda dapat mengaksesnya lebih mudah. Satu-satunya masalah adalah jika Anda kehilangan ponsel Anda, maka Anda kehilangan kunci Anda, sehingga tidak akan ada cara untuk mendapatkan Ethereum Anda kembali.

Itulah mengapa perusahaan seperti Luno didirikan – bukan hanya untuk memudahkan Anda membeli, menjual, dan menggunakan Ethereum, namun untuk menjaganya dengan aman. Kami melakukan ini dengan menyimpan kunci privat Anda di suatu brankas besi bank dengan akses seperti sidik jari dan scan retina. Bukan hanya satu brankas besi, namun berbagai brankas besi di banyak benua. Dan kami membangun ini dengan sistem bahwa jika seseorang ingin mengaksesnya, Anda membutuhkan kunci-kunci dari berbagai brankas besi dan menggabungkan mereka untuk bisa mengambil Ethereum — sama seperti di film lama, ketika kapal selam nuklir perlu tiga sampai lima ‘kode peluncuran’ dari beberapa jenderal sebelum meluncurkan senjata nuklir. Hal ini disebut juga dengan ‘multisig’ (multiple signatures required).

Cara ini adalah cara aman untuk menyimpan Ethereum, namun Anda perlu mempercayai orang yang menyimpan kunci ini. Ada banyak perusahaan terkemuka seperti Luno yang dapat Anda andalkan, namun banyak juga yang tidak menyimpan Bitcoin Anda dengan baik, atau berpura-pura menyimpan lalu menyalahgunakan Ethereum Anda. Tidak seperti uang konvensional, Anda memiliki banyak pilihan dalam menyimpan Ethereum – Anda dapat menyimpannya sendiri, di format digital atau fisik, atau Anda dapat mempercayakan orang lain untuk menjaganya untuk Anda (atau kombinasi dari beberapa opsi ini).

Cara Ethereum disimpan merupakan salah satu ironi terbesar Ethereum – mata uang digital global terbesar di dunia yang didisain untuk digunakan secara online, sebagian besar disimpan ‘offline’ di brankas bank dan terlepas dari internet. Siapa sangka!

Apa risiko Ethereum?

Ethereum adalah teknologi menarik dan merupakan uang dalam bentuk baru, namun hal ini tidak berarti Ethereum terlepas dari risiko. Perlu diingat bahwa ada beberapa aturan yang sama di Ethereum seperti uang tradisional. Contohnya, jangan menyimpan uang tunai Anda di bawah bantal karena mudah dicuri, atau jangan mempercayakan uang Anda ke orang asing.

Ethereum juga memiliki risiko unik lainnya: untuk satu orang, Ethereum adalah teknologi baru, dan walaupun terlihat sangat aman dan solid, selalu ada kemungkinan terjadinya kegagalan. Itu juga mengapa Anda tidak pernah boleh memasukkan ‘semua telur Anda di satu keranjang’ dan jangan pernah membeli Ethereum dengan seluruh harta Anda. Ethereum bersifat lebih fluktuatif (nilai Ether bisa naik dan turun dalam tempat atau waktu yang pendek) dibandingkan mata uang lainnya, dan walaupun sekarang nilai Ether lebih stabil, Ether pasti akan mengalami banyak momen-momen volatil di masa yang akan datang.

Ingat bahwa transaksi Ethereum mirip seperti uang tunai dimana transaksi tidak dapat dibatalkan – jadi jika Anda mengirimkan Ethereum ke orang yang salah, atau dompet Ethereum Anda diretas dan seseorang mencuri Ethereum Anda, sangat sulit dan bahkan tidak mungkin untuk mengambilnya kembali. Ethereum juga tidak dilindungi oleh entitas apapun, sehingga jika Anda kehilangan Ethereum Anda, maka penyedia layanan atau ‘jaringan Ethereum’ tidak dapat mengganti kerugian Anda. Itulah mengapa Anda harus menggunakan produk dan penyedia layanan yang terpercaya untuk membantu Anda, sama seperti ketika Anda memilih bank untuk menjaga uang Anda dengan aman.

Nilai Ethereum ditentukan oleh sejumlah orang atau bisnis yang menerima Ethereum. Jika Ethereum berkembang, hal ini akan sangat baik untuk Ethereum, namun jika semakin sedikit orang menggunakan Ethereum, maka hal ini akan memberikan dampak negatif pada harga dan penggunaan Ethereum itu sendiri.

Kesimpulannya, Ethereum adalah suatu potensi besar yang sangat menarik dalam mengubah dunia, namun pastikan Anda mengerti risiko yang ada.

Daftar Pustaka

Luno

Coinvestasi

Tech In Asia

Leave a Reply